APRIL RAHMADIANTO

Selasa, 06 Mei 2014

TUGAS DISKUSI

TUGAS JAWABAM SOAL DISKUSI MATA KULIAH SEMANTIK
Pertanyaan
1.      Apakah ada perbedaan makna referensial dan makna nonreferensial?
2.      Mengapa makna afektif lebih terasa secara lisan daripada tulisan?
3.      Dimanakah letak perbedaan makna dalam stilistika?
4.      Jelaskan perbedaan yang mendasar dari idiom penuh dan idiom sebagian !
5.      Jelaskan tentang idiom gramatikal dan peribahasa !

6.      Jelaskan perbedaan makna istilah dan makna kata !
7.      Jelaskan maksud yang sama antara idiom, ungkapan dan metafora !
8.      Jelaskan tentang makna leksikal dan makna denotatif !
9.      Jelaskan makna konotatif dapat berubah dari waktu ke waktu !
10.  Jelaskan tentang makna kolokatif !


Jawaban
1.      Dalam pengertiannya perbedaan antara makna referensial dan makna nonreferensial yaitu dilihat dari ada tidaknya referen (acuan) dari sebuah kata. Sedangkan mengenai ciri makna konstruksi yaitu adanya pemaknaan dalam konstruksi itu sendiri.
                Makna Referensial
Makna Referensial adalah makna yang berhubungan langsung dengan kenyataan atau memiliki referen (acuan), makna referensial dapat disebut juga makna kognitif, karena memiliki acuan. Dalam makna ini memiliki hubungan dengan konsep mengenai sesuatu yang telah disepakati bersama (oleh masyarakat bahasa), Seperti meja dan kursi adalah yang bermakna referensial karena keduanya mempunyai referen, yaitu sejenis perabot rumah tangga yang disebut ”meja” dan ”kursi”.
Contoh lain yaitu: Orang itu menampar orang
1                                                                               Pada contoh diatas bahwa orang1 dibedakan maknanya dari orang2 karena orang1 sebagai pelaku (agentif) dan orang2 sebagai pengalam (yang mengalami makna yang diungkapkan verba), hal tersebut menunjukkan makna kategori yang berbeda, tetapi makna referensil mengacu kepada konsep yang sama (orang = manusia).




 Makna Nonreferensial
Makna nonreferensial adalah sebuah kata yang tidak mempunyai referen (acuan). Seperti kata preposisi dan konjungsi, juga kata tugas lainnya. Dalam hal ini kata preposisi dan konjungsi serta kata tugas lainnya hanya memiliki fungsi atau tugas tapi tidak memiliki makna.
Berkenaan dengan bahasan ini ada sejumlah kata yang disebut kata-kata deiktis, yaitu kata yang acuannya tidak menetap pada satu maujud, melainkan dapat berpindah dari maujud yang satu kepada maujud yang lain. Yang termasuk kata-kata deiktis yaitu: dia, saya, kamu, di sini, di sana, di situ, sekarang, besok, nanti, ini, itu.

Contoh lain referen kata di sini dalam ketiga kalimat berikut
(a)    Tadi dia duduk di sini
(b)   ”Hujan terjadi hampir setiap hari di sini”, kata walikota Bogor.
(c)    Di sini, di Indonesia, hal seperti itu sering terjadi.
Pada kalimat (a) kata di sini menunjukan tempat tertentu yang sempit sekali. Mungkin bisa dimaksudkan sebuah bangku, atau hanya pada sepotong tempat dari sebuah bangku. Pada kalimat (b) di sini menunjuk pada sebuah tempat yang lebih luas yaitu kota Bogor. Sedangkan pada kalimat (c) di sini merujuk pada daerah yang meliputi seluruh wilayah Indonesia. Jadi dari ketiga macam contoh diatas referennya tidak sama oleh karena itu disebut makna nonreferensial.

2.      Mengapa makna afektif lebih terasa secara lisan dari pada tulisan ?
Karena makna afektif berkenaan dengan perasaan pembicara pemakai bahasa secara pribadi, baik terhadap lawab bicara maupun terhadap objek yang dibicarakan. Sehingga lebih terasa  secara lisan, dari bahasa lisan inilah dapat kita ketahui secara langsung bahwa pembicara apakah sedang keadaan marah, sedih, senang ataupun bahagia, pembicara suka atau tidak dengan keadaan atau objek yang sedang dihadapinya. Jika ia merasa senang pastikan mengucapkan kata-kata atau kalimat yang enak didengar, sedangkan kalau pembicara merasa tidak suka dengan keadaan atau objek yang dihadapinya pasti ia akan menggucapkan kata-kata atau kalimat yang kurang berkenan di hati.

3.      Jelaskan perbedaan makna stilistika makna kata rumah, pondok, istana, keraton, kediaman, tempat tinggal, dan residensi.
Pebedaannya adalah:
-          Makna kata rumah berarti rumah atau tempat tinggal atau bersifat umum.
-          Makna kata pondok berarti bangunan untuk tempat sementara seperti yang didirikan di ladang atau di hutan.
-          Makna kata istana berarti rumah kediaman resmi raja (kepala negara, presiden) dan keluarganya.
-          Makna kata keraton berarti rumah kediaman raja atau ratu atau bisa juga kerajaan.
-          Makna kata kediaman berarti rumah atau tempat tinggal yang bersifat sangat resmi.
-          Makna kata tempat tinggal berarti rumah tempat orang tinggal.
-          Makna kata residensi berarti hunian
4.      Perbedaan mendasar pada idiom penuh dan idiom sebagian adalah unsur-unsur pembangun dalam suatu kata tersebut. Idiom penuh adalah idiom yang unsur-unsurnya secara keseluruhan sudah merupakan satu kesatuan  dengan satu makna. Misalnya menjual gigi. Kedua kata tersebut memiliki kesatuan makna idiom (tidak mengandung unsure leksikal)
Idiom sebagian adalah idiom yang sebagian unsurnya masih memiliki unsur leksikalnya sendiri. misalnya daftar hitam. Kata daftar merupakan makna leksikal, eangkan hitam dimaknai sebagi orang yang  memiliki kesalahan.

5.      Jelaskan idiomatikal dan pribahasa ?
Yang dimaksud dengan idiomatikal adalah makna sebuah satuan bahasa (kata, frasa, atau kalimat) yang “menyimpang” dari makna leksikal atau makna gramatikal unsur-unsur pembentuknya. Sedangkan pribahasa merupakan kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu. Karena pribahasa ini bersifat memperbandingkan atau mengumpamakan maka lazim juga disebut dengan nama perumpamaan.

6. Jelaskan perbedaan makna kata dengan makna istilah ?
Perbedaan antara makna kata dan makna istilah berdasarkan ketepatan makna kata itu dalam penggunaannya secara umum dan secara khusus. Dalam penggunaannya secara umum kata-kata itu digunakan secara tidak cermat sehingga maknanya bersifat umum. Tetapi dalam penggunaan secara khusus, dalam bidang kegiatan tertentu, kata-kata itu digunakan secara cermat sehingga maknanyapun menjadi tepat.





7.      Jelaskan makna yang sama antara idiom, ungkapan, dan metafora !
Idom, ungkapan dan metafora jika dilihat dari objek kajiannya adalah sama, sedangkan dikaji dari segi pandanganya berlainan. Ketiga istilah ini sama-sama mengkaji tentang bahasa berdasarkan perumpamaan atau istilah bahasa dalam menyatakan sesuatu.

8.      Makna leksikal merupakan makna unsur-unsur bahasa sebagai lambang benda, peristiwa, dll; makna leksikal ini dipunyai unsur-unsur bahasa lepas dari penggunaannya atau konteksnya. Kridalaksana (2008: 149).  Sedangkan makna denotatif atau denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu diluar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu; sifatnya obyektif (Kridalaksana, 2008: 46).

9.      Makna konotasi atau makna konotatif dapat berubah dari waktu ke waktu karena berfungsi untuk memperhalus kata yang digunakan. Seiring perkembangan zaman setiap kata pasti mengalami perkembangan. Misalnya kata bisu diganti dengan kata tuna wicara. Kata pelayan (toko) diganti dengan kata pramuniaga.  

10.  Makna kolokatif merupakan makna yang mengandung asosiasi-asosiasi yang diperoleh suatu kata, yang disebabkan oleh makna kata-kata lain yang cenderung muncul di dalam lingkungannya. Dengan kata lain, makna kolokatif juga merupakan makna yang berkenaan dengan makna dalam kaitannya dengan makna kata lain yang mempunyai “tempat” yang sama dalam sebuah frase (ko=sama, bersama; lokasi=tempat). Misalnya kita dapat mengatakan gadis itu cantik; bunga itu indah; dan pemuda itu tampan. Tetapi kita tidak dapat mengatakan gadis itu tampan; bunga itu molek; dan pemuda itu cantik. Kita lihat walaupun indah, cantik tampan dan molek mempunyai “makna” yang sama, tetapi masing-masing terikat dengan kata-kata tertentu dalam suatu frase. Demikian juga dengan kata laju, deras, kencang, cepat, dan lancar, yang mempunyai makna yang sama tetapi pasti mempunyai kolokasi yang berbeda.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar